0
Pasang
Menyikapi ketatnya persaingan di dunia game online tahun ini, developer asal Korea Selatan serentak mulai mengambil langkah strategis untuk membidik pasar game action tembak-menembak. Apakah ini suatu kebetulan atau upaya yang telah direncanakan, bisa jadi langkah ini tak lepas dari input dan masukan para publisher di sejumlah negara. Munculnya beberapa game FPS ((first person-shooter) dan TPS (third person-shooter) di perhelatan G-Star (Korea) November 2010 lalu juga bisa dijadikan indikasi. Jadi jangan heran jika di tahun ini jaringan publisher di regional Asia sudah berancang-ancang mendistribusikan sekitar 12 game shooting asal Korsel, (baik game baru, sequel, atau remake).



Agaknya para publisher di 'Negeri Ginseng' tak ingin ketinggalan mereguk potensi dan ceruk pasar game FPS yang terus berkembang setiap tahunnya. Jangan heran kalau tahun ini ‘serbuan’ game FPS asal Korea makin terasa jika dibandingkan tahun sebelumnya (yang hanya 5 game).



Mari kita simak 10 daftar berikut:
1. Special Force 2
Developer: DragonFly - Publisher: CJ Interactive
Special Force 2 merupakan sequel dari Special Force (2004). Mulanya akan diusung oleh Neowiz, tapi kemudian game ini secara official akan didistribusikan oleh CJ Interactive. Special Force 2 akan memulai masa CBT pada pertengahan tahun ini.

2. Soldier of Fortune Online
Developer: DragonFly & Activision - Publisher: DragonFly
Salah satu kelebihan Soldier of Fortune Online adalah angle kamera lebar (wide) untuk menampilkan jalannya pertempuran dengan jarak pandang seluas mungkin. Batasan umur pemain adalah 18+ terkait scene yang dianggap terlalu ekstrem menampilkan adegan pertumpahan darah. SoF masih menjalani masa CBT dan segera dirilis pada tahun ini.

3. Metro Conflict
Developer: RedDuck - Publisher: NHN
Dengan teknologi canggih yang dikembangkan RedDuck, Metro Conflict segera populer di antara penggemar FPS di Korsel dan menyandang predikat sebagai game yang paling dinantikan di 2011. Metro Conflict akan mulai memasuiki masa CBT di pertengahan tahun.

4. Dizzel
Developer: Neowiz - Publisher: Neowiz
Setelah gagal mendapat hak atas game Special Force2, Neowiz lantas berkonsentrasi untuk memproduksi ‘kembali’ Dizzel. Arena pertempuran. Setelah melalui masa CBT pertama, Dizzel akan memasuki fase OBT pada Mei.

5. SquadFlow
Developer: Hanbitsoft - Publisher: Hanbitsoft
SquadFlow bisa dianggap sebagai sebuah proyek terobosan yang berani. Tidak seperti game-game action pada umumnya, Hanbitsoft justru yakin dengan storyline yang sentimental, player masih tetap menikmati serunya aksi tembak-menembak. Terbukti, versi trial SquadFlow pertama kali hadir pada perhelatan G-Star 2010 dan langsung disambut respons positif.

Posting Komentar Blogger Disqus

 
Top