0
Pasang
Jika Anda seorang gamer, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan nama-nama seperti Ubisoft, EA, Capcom, Blizzard, ataupun Konami. Ya, mereka adalah perusahaan yang sudah melahirkan banyak game terkenal dan berbasis di Amerika atau Jepang. Tak bisa dipungkiri kedua negara maju ini memang sudah sangat pesat sekali perkembangan industri game-nya. Namun sejak memasuki era milenium baru, Korea rupanya juga tak mau ketinggalan. Beberapa game buatan Korea terbukti meraih sukses yang lumayan di pasaran.



Indonesia sebagai negara berkembang, tak luput dari serbuan game-game buatan luar negeri tersebut. Hal inilah yang membuat David Setiabudi termotivasi untuk membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang juga memiliki game buatan dalam negeri. Dari sinilah kemudian lahir beberapa game buatannya. Awalnya game-game tersebut hanya disebarkan secaraunderground (ke kalangan teman-teman terdekat). David kemudia memberi nama seri game-nya dengan “DivineKids”.

Setelah beberapa game dibuat David pun mulai membangun fondasi untuk game DivineKids-nya, dimulai dengan mendaftarkan karakter-karakter dan logo DivineKids. Tahun 2004 dibentuklah Divine Kids Associates, suatu wadah untuk menampung mereka-mereka yang juga ingin membuat game. Dan di bulan Mei 2004 majalah PCGAME pun memuat artikel mengenai David Setiabudi sekaligus menerbitkan 1 CD penuh yang berisi 16 karya DivineKids Assosiates.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, beberapa penghargaan pun berhasil diraih. Tahun 2008 di Indonesian Games Award, DivineKids terpilih sebagai Game Developer Indonesia Terfavorit. Yang paling fenomenal, sekaligus kontroversial, tentunya adalah penghargaan MURI yang menetapkan David Setiabudi sebagai Pembuat Game Pertama Indonesia. Kontroversial karena banyak pihak di kalangan komunitas game Indonesia yang merasa bahwa game Indonesia sudah ada sejak era 90-an dan tentunya pembuatnya bukan David Setiabudi.

Terlepas dari polemik yang ada, usaha David untuk membangkitkan dunia game tanah air patut diacungi jempol. Tercatat sudah lebih dari 80 game yang sudah dikembangkan dengan berbagai tema, seperti: strategi, RPG, edukasi, teka-teki, dan bahkan bernuansa horor. Dari berbagai macam game tersebut, saya akhirnya penasaran mencoba memainkan beberapa. Berikut ini review-nya:

BAMBO KETIK

Di game ini Anda memainkan seorang tokoh bernama Bambo yang akan bertarung melawan monster hewan. Dalam pertarungan engine-game akan mengacak 2 pilihan aksi untuk Anda, dan untuk masing-masing tersebut aka nada sederetan huruf yang harus Anda ketik secara benar untuk mengaktifkannya.



Buat saya yang belum bisa mengetik 10 jari, tentu bermain ini memacu adrenalin karena harus cepet-cepetan mengetik dengan benar, dengan cara bolak-balik melihat layar dan keyboard ketika mengetik. Terlebih lagi kalau bermain di level Edan (di awal ada tiga pilihan level: Gampang, Normal, Edan), wah pokoknya asik deh!

PETUALANGAN DIVINE KIDS

Buat Anda yang suka game RPG, khususnya model lama, tidak ada salahnya mencoba game yang satu ini. Di awali dengan pengantar yang menceritakan adanya serangan monster ke berbagai desa dan kota, Anda langsung akan memainkan seorang tokoh bernama Abe. Layaknya game RPG standar, di game ini Anda juga ada sistem uang (rupiah) yang bisa membeli item seperti senjata, tameng, pelindung kepala, baju zirah, obat penyembuh, dll.



Game ini juga sudah mengenal sistem party, sehingga Anda bisa berpetualang dengan lebih dari satu karakter sekaligus. Dalam permainannya game ini benar-benar menanamkan cita rasa lokal, salah satu caranya dengan menampilkan karakter yang menggunakan bahasa daerah khas suku di Indonesia. Benar-benar menarik untuk dimainkan nih!

Nah, untuk bisa turut memainkannya langsung saja mampir ke website DivineKids. Di sana Anda bisa memilih dan men-download game-game yang ada dengan gratis. Jangan kaget kalau sesekali proses download Anda kurang lancar, maklum traffic bandwidth website ini lumayan ramai. Sepanjang tahun 2010 saja website ini mempunyai lebih dari 53 juta hits, dengan traffic bandwidth mencapai 24 ribu Gb! Dan tak tanggung-tanggung, visitor-nya pun berasal dari berbagai macam negara seperti: Amerika, Norwegia, Jepang, Malaysia, Kanada, dll.

Jelas game-game tersebut masih kalah jauh kalau dibandingkan dengan game buatan asing, khususnya dari segi tampilan grafis. Tapi menurut saya setidaknya dari sisi gameplay sudah lumayanlah. Yang jelas, ini merupakan salah satu kontribusi positif bagi perkembangan industri game di tanah air. Masak kita kalah sama tetangga sebelah yang doyan main klaim itu… Maju terus Game Developer Indonesia!

Posting Komentar Blogger Disqus

 
Top