0
Pasang
Saya seperti tipikal orang kebanyakan: nggak bisa hidup lepas dari internet, walau hanya sehari (kecuali pada saat liburan di daerah terpencil nggak bersinyal). Saking banyaknya waktu yang saya habiskan di dunia maya, saya belajar untuk memperhatikan beberapa hal agar hidup saya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata, tetap nyaman.
Jangan lupa: internet menyimpan segalanyaTweet empat tahun yang lalu, foto kita sedang pipis di celana sewaktu SD di Facebook, kelakuan yang nggak disadari waktu mabuk, umpatan kepada kantor dan bos yang kayak dementor—semuanya akan terekam dalam memori dunia maya ketika kita dengan sadar maupun nggak sadar menumpahkannya disana. Walaupun tweet atau postingan blog sudah dihapus, foto sudah di un-tag, tapi sudah terlanjur banyak orang yang melihat. Dan jangan-jangan udah ada yang iseng meng-screen capture hal tersebut. Jadi, internet itu seperti ungkapan, ‘gajah selalu ingat’.
Setiap kali mau posting, pikir lagi kalau hal tersebut bisa dilihat oleh orang tua/bos/dosen/siapa pun yang kita nggak ingin mereka lihatIntinya, sih, apa yang kita anggap seru atau lucu sekarang, belum tentu seru atau lucu sepuluh tahun yang akan datang. Bisa bayangkan nggak gimana rasanya kalau ibu mertua kita nggak sengaja menemukan foto mesra kita dengan mantan pacar (sebelum akhirnya kita jadi sama suami) di internet? Atau ketika calon bos kita iseng mengecek kita di mesin pencari dan menemukan makian-makian kita terhadap bos di kantor sebelumnya? Kadang orang masih nggak bisa menerima bahwa yang lalu memang sudah berlalu—bahwa kita sudah berubah. Tapi belum tentu juga ketika kita jelaskan mereka bisa mengerti.  Bukti berbicara lebih banyak dari pada kata-kata.
Menyadari bahwa ‘pencitraan’ itu bisa saja terjadiBagi yang mengenal saya secara pribadi, mereka tahu bahwa apa yang saya tampilkan di media sosial, blog pribadi, atau posting di Yahoo She ini kurang lebih adalah apa adanya saya. Karakter saya di dunia maya ya sama seperti karakter saya di dunia nyata. Tapi jujur aja deh, banyak kan orang yang nggak kayak gitu. Contohnya ada teman saya yang di dunia nyata kalem, nggak banyak omong, kalau rapat nggak pernah berkomentar, iya-iya aja—tapi kalau di sosial media... BEUH! Eksis dan hardcore abis. Komentarnya nyinyir, nyelekit dan tajam—dan cenderung menyebalkan, hehehe... Tapi point saya disini adalah, apa yang ditampilkan seseorang di dunia maya, belum tentu hal tersebut adalah hal yang sama di kehidupan nyatanya. Lagi pula, kita udah sering banget, kan, mendengar kasus penipuan di internet. Jadi, walaupun kita tetap harus berpikiran positif, jangan sampai menjadi nggak waspada.
Rahasia adalah rahasia, jangan sembarangan memberikan informasiBanyak banget kasus penipuan yang meminta kita untuk memberikan password akun atau informasi lainnya yang bersifat pribadi. Misalnya suatu waktu mendapatkan email bahwa account mobile/internet banking kita bermasalah dan supaya hal tersebut bisa teratasi, kita diharuskan memberikan username dan password. Kelihatannya sih nama website atau emailnya meyakinkan, tapi kalau diperhatikan lebih jauh, nggak ada perusahaan yang memiliki reputasi baik yang meminta informasi tersebut melalui email. Pastikan kita mengetahui prosedur apa saja yang harus dilakukan ketika kita memiliki akun personal dan bisnis secara online, dan apabila mendapatkan email/pemberitahuan yang mencurigakan, langsung konfirmasi ke call center/contact person yang memang dapat kita percayai.
Ingatlah bahwa masih ada kehidupan yang menunggu di dunia nyataKehidupan di dunia maya memang menyenangkan untuk diikuti, sih. Tapi jangan sampai kita lupa bahwa ada kehidupan di dunia nyata yang menunggu kita—pekerjaan, orangtua, pasangan, anak, sahabat dan banyak hal lainnya. Jangan sampai karena mata kita terlalu terfokus pada layar, kita sampai lupa memandang mata orang-orang yang mencintai kita.
Saya yakin masih banyak banget hal yang dapat menambah panjang daftar di atas, tapi walaupun sedikit, mudah-mudahan apa yang saya tulis di atas dapat berguna. Silakan lanjutkan berselancar di dunia maya-nya.

Posting Komentar Blogger Disqus

 
Top