0
Pasang
Jika ingat dulu waktu sekolah, pasti ada saja salah satu guru yang 
menjadi favorit anda, mungkin banyak juga yang memfavoritkan ibu guru, 
apalagi ibu guru cantik, dan suka berpenampilan seksi, jadi pengen 
ngentot ibu guru kan, dari awalnya menghayal sampailah pada onani :P , 
okelah ini adalah cerita dewasa tentang pengalaman murid yang bisa 
bercinta dengan ibu guru nya sendiri, cerita nya hot dan mungkin akan 
membuat anda senat senut. Mungkin . bukan cerita seks ibu dosen, tapi 
cerita seks ibu guru.



Sebagai siswa sebuah SMU Swasta, aku bukanlah murid yang pintar tapi 
juga tidak bodoh-bodoh amat. Biasa-biasa saja. Tidak bisa dibanggakan.
Yang bisa aku banggakan adalah wajahku yang ganteng dengan bentuk tubuh
yang atletis. Tinggi jangkung dan berat yang seimbang. Dan paling aku 
banggakan adalah ukuran kemaluanku yang luar biasa besarnya, panjangnya 
22 cm dengan diameter 5 cm. Membuat iri teman laki-lakiku.


Namaku Doni, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan 
sering berganti-ganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku 
tiduri. Mereka tergila-gila setelah menikmati kontolku yang luar biasa 
dan tahan lama kalau bersetubuh.

Sore itu, setelah semua 
pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah 
kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi 
di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas.
Dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil 
kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk 
mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Cerita 
Dewasa - Ketika melewati ruangan guru-guru, aku mendengan suara 
mendesah-desah disertai rintihan-rintihan kecil. Aku penasaran dengan 
suara-suara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suara-suara itu semakin 
keras. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kubuka pintu ruangan, dengan 
berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu darimana datangnya 
suara-suara itu. Begitu mendekati ruangan Bu siska, aku terkejut. Disana
kulihat Bu Siska, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, 
sedang bercumbu dengan Pak Rio, guru olahragaku, dalam posisi berdiri.


Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Rio 
meremas-remas pantat Bu Siska yang padat, sedangkan tangan Bu Siska 
melingkar dipinggang Pak Rio. Mereka yang sedang asik tak tahu akan 
kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan 
bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.


Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Rio duduk dipinggir meja, 
kakinya menjuntai kelantai. Bu Sisca berdiri didepannya. Bu siska 
mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Rio. 
Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Hingga Pak Rio 
setengah telanjang. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Kontolnya yang
tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Siska 
membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak Rio.
Kontol Pak Rio diciuminya.

“Isep.. sayang.. isep.. kontolku” suruh Pak Rio.

Bu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak 
Rio. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Siska sangat pintar memainkan 
lidahnya dikontol Pak Rio.
“Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss”.


Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Seluruh batang 
kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Kontol Pak Rio maju mundur didalam 
mulut Bu Siska. Tangan Bu Siska mengurut-urut buah pelirnya. Pak Rio 
merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya 
diangkat-angkat. Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. 
Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting 
celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. 
Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, 
menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska.
“Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang” Pak Rio menjerit histeris.
“Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya” sahut Bu Siska.

Bu Siska tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio 
dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak Rio seirama 
kocokan mulutnya. Kontol Pak Rio berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.


Dan crott! crott! crott! Pak Rio menumpahkan spermanya didalam mulut Bu
Siska. Bu Siska meminum cairan sperma itu. Kontol Pak Rio terus 
dijilatinya, hingga seluruh sisa-sisa sperma Pak Rio bersih. Kontol Pak 
Rio kemudian mengecil didalam mulutnya.

Pak Rio yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.
“Kamu puas sayang dengan serviceku” tanya Bu siska.
“Puas sekali, kamu pitar sayang” puji Pak Rio sambil tersenyum.
“Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan” pinta Bu Siska.

Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang
bulat. Astaga ternyata Bu Siska tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. 
Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, 
ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk 
memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur tipis dan rapi.


Cerita Dewasa - Bu Siska kemudian naik keatas meja, kakinya 
diselonjorkan kelantai. Pak Rio mendekatinya. Memek Bu Siska diusap-usp 
dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan, mencucuk-cucuk memek Bu 
Siska. Bu Siska menjerit nikmat.
“Isep sayang, isep memekku sayang” pinta Bu Siska menghiba.

Pak Rio menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Siska. Lidahnya 
dijulurkan kememek Bu Siska. Disibaknya bibir memek Bu Siska dengan 
lidahnya. Pak Rio mulai menjilati memek Bu Siska.
“Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh” Bu Siska mendesah.

Pak Rio dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Siska. 
Dihisapnya memek Bu Siska dari bagian luar kedalam. Memek Bu Siska yang 
merah dan basah dicucuk-cucuknya. Kelentitnya disedot-sedot dengan 
mulutnya.
“Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang” jerit Bu Siska.

Hampir seluruh bagian memek Bu Siska dijilati Pak Rio. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.
“Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang” erang Bu Siska.
Memeknya berkedut-kedut. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.

“A.. akuu.., keluarr.., sayang” Bu Siska menjerit histeris ketika 
mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Rio 
menjilati memeknya hingga bersih.

“Kamu puas Sis?” tanya Pak Rio pendek.
“Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu” pinta Bu Siska.
“Maaf Sis! Aku tak bisa, aku harus pulang”.
“Nanti istriku curiga, aku pulang sore” sahut Pak Rio menolak.
“Kamu pengecut Rio! Dikasih enak aja takut!” kata Bu Siska jengkel.

Matanya meredup, memohon pada Pak Rio. Pak Rio tak mempedulikannya. Dia
mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Siska yang 
menatapnya sambil memohon.

Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati.
Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin 
disalurkan. Setelah Pak Rio berlalu, kudekati Bu Siska yang masih 
rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hati-hati 
aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga 
aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan 
bebasnya. Sampai didepan selangkangan Bu siska, tanganku meraba-raba 
paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. 
Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. 
Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan 
lidahku.

“Si.. siapa.., kamu” bentak Bu Siska ketika tahu memeknya kujilati.
“Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak Rio” sahutku penuh nafsu.
Bu Siska tidak menyahut.
Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu 
Siska yang belum tuntas oleh Pak Rio membuatnya menerima kehadiaranku.

Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Siska. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedot-sedot.
“Oohh.., truss.. Don.., truss.. isep.. sayang” pintanya memohon.

Hampir setiap jengkal dari memek Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang 
menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit 
kepalaku.

Cerita Dewasa - Lima belas menit berlalu aku menyudahi
aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. 
Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka 
menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.
“Wow! Gede sekali kontolmu!” katanya sedikit terkejut.
“Isep Bu! Isep kontolku!” pintaku.

Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.
“Truss.. Buu.. teruss.., isepp” aku mengerang merasakan nikmat.
Bu Siska menghisap-isap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

“Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang” pintanya.
“Ya.., ya.. Buu” sahutku.

Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam 
kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Siska melebarkan kedua pahanya, 
menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang 
memeknya. Semakin lama semakin dalam. Hingga seluruhnya amblas dan 
terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku.
Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.
“Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss” Bu Siska mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur.
“Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat” desahku.

Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.
“Akuu.., tak.. tahan.., Don, aku.. mau.. keluarr” jeritnya.
“Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang” sahutku.
Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.
“Akkhh.., akuu.. keluar” Bu Siska menjerit histeris.

Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu siska 
mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar 
merasakan nikmatnya kusetubuhi.

Aku yang masih belum keluar, tak
mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang 
anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.
“Ja,.jangan.., Don” teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.
Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.
“Aow! Sakitt.. cabutt.., Don.., aku.. sakitt.. jangan” teriaknya keras.
Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur.


Teriakan Bu Siska mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan 
rintihan kecil. Bu Siska sudah bisa menikmati sentuhan kontolku 
dianusnya.
“Jadi dicabut ngga Bu” candaku.
“Jangan sayang, enak banget” katanya sambil tersenyum.


Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Siska 
menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin 
mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.
“Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr” aku melolong panjang.
“Akhh.. akuu juga sayang” sahutnya.


Cerita Dewasa - Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat
banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja 
untuk menjilati kontolku. Bu Siska menurutinya. Dia turun dari meja dan 
berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Sisa-sisa spermaku 
dijilatinya sampai bersih.

“Kamu hebat Don, aku puas sekali” pujinya.
“Aku juga Bu” sahutku.
“Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar” katanya.
“Ibu mau khan terus menikmatinya” kataku.
“Tentu sayang” jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku. 

Posting Komentar Blogger Disqus

 
Top