0
Pasang
Papah...
 Papah...
Papah...

Betapa perih hati ini, bila ku terkenang sosok seorang yang menjadi tumpuan hidupku, tempatku mengadu,
meminta,dan berlindung.
Meninggalnya Papahku, membuat hari-hariku menjadi suram,
hampa ku rasa meskipun berada dalam suasana keramaian.
Setiap hari, setiap waktu aku selalu menangis,
menangis dan menangis dikala aku mengingat saat-saat kenangan terakhir bersama Papaku tercinta.
Aku tidak menyangka Papahku akan pergi secepat itu :( .
Kematian orang yang sangat kita kasihi memang sangat menyakitkan hati, demikian juga dengan kematian Papahku tercinta.
Tentu saja ini membuatku sangat terpukul. 
Rasanya ingin memberontak, tetapi kepada siapa?
Air mata  selalu tak terbendung disaat apabila ada orang yang membicarakan tentang Papahku, namun sebagai orang percaya yang masih hidup saya terus mencoba untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan,
walau terkadang rasanya tidak sanggup melawan perasaan sedih dan rasa kehilangan yang melekat sangat kuat dilubuk hatiku yang paling dalam.
Agar tidak berlarut-larut dalam perasaan sedih, aku selalu menanamkan keyakinan bahwa aku percaya Papah yang sangat aku kasihi yang telah meninggal sudah berbahagia dikehidupannya yang baru bersama Tuhan.
Karena kematian bukanlah akhir segala-galanya melainkan awal memulai suatu perjalanan kehidupan yang baru.
Dunia baru yang penuh kedamaian.



Posting Komentar Blogger Disqus

 
Top